Senin, 14 Mei 2018

perpisahan kelas IX SMP AL QU'AN SALAFIYYAH SYAFI'IYYAH sukorejo bangorejo banyuwangi

SMP AL QUR'AN SALAFIYYAH SYAFI'IYYAH adalah smp yang didirikan oleh bapak KH.Zainal Arifin pada tahun 2015. beliau menginginkan generasi remaja yang berbudi pekerti luhur ber akhlaqul karimah serta seorang calon pemimpin dimasa depan yang berpegang teguh pada Al Qu'an dan Hadist.
pada tahun ajaran 2017-2018 ini SMP ALQUR'AN SALAFIYYAH SYAFI'IYYAH berhasil meluluskan 18 siswa. SMP ini di kepelai oleh bapak Badruddin SE yang membimbing para guru guru ke pada program program yang begitu memuaskan
para wali santri dan segenap masyarakat menyabutnya dengan penuh harapan . Mereka percaya bahwa para santri lulusan SMP SALAFIYYAH-SYAFI'IYYAH akan menjadi sosok yang berguna di masyarakat.

di dalam pidato kiyai irham cholili beliau jga merasa bangga dengan prestasi yang di raih siswa siwa SMP AL QUR'AN. Beliau juga menitipkan putri beliau di SMP ALQUR'AN. Setelah itu pengasuh dari pondok pesantren salfiyah syafi'iyah juga menyampaikan beberapa tutur kata ,bahwa beliau akan membuka sistem tahasus bagi siswa SMP yang tidak melanjutkan sekolah.


kami segenap keluarga besar pondok pesantren salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Bangorejo Banyuwangi memohon doa, semoga SMP Alquran salafiyah Syafi'iyah makin sukses dan bertambah barokah 
Amiin

Selasa, 03 April 2018

perasaan hatiku

kenapa semua orang ketika aku ingin berbuat baik mereka malah berpaling dariku, padahal semua yang aku lakukan itu hanya untuk mereka .tetapi ketika aku berbuat jahat kepada mereka aku dikatakan berubah .lalu apa yang harus aku lakun .
seandainya semua orang tahu ,aku ingin  semua orang aq hormati dan sebaliknya mereka menghoramati aku ,aku pasti akn meng hormati mereka. tetapi kenyatanya ketika aku berusaha meng hormati mereka ,apa respon yang mereka berikan kepadaku ,justru sebaiknya sungguh pahitnya rasa ini
suatu yang aku sangat benci adalah ketika seseorang memberi nasehat tetapi ia tidak melakukan hal tersebut.tapi tidak apalah berarti allah memberikanku coban untuk bersabar dalam menghadapi segala sesuatu.'' keep spirit''.

Kamis, 01 Februari 2018

Janji Mamluk

Mamluk abdul azis akan membuat fidio klip wanada yang akan dikirimkan kepada saya tgl 2 januari 2023

Rabu, 31 Januari 2018

Keluarga tercinta

Adik adik ku yang sangat aku sayangi
Tiada yang aku sayangi kecuali keluargaku
Ayah ku yang selalu membimbing anak anak nya menjadi pribadi yang selalu  bersemangat dan pantang menyerah

Selasa, 05 Desember 2017

logo ponpes salafiyah syafi'iyah sukorejo bangorejo banyuwnagi




SEJARAH PONDOK PESANTREN SALAFIYAH-SYAFI'IYAH Sukorejo-Bangorejo-Banyuwangi



      SEJARAH PONDOK PESANTREN
SALAFIYAH-SYAFI’IYAH
 
 





               

Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah terletak di desa Sukorejo kecamatan Bangorejo kabupaten Banyuwangi. Di dirikan pada tahun 1986 M oleh KH.Wildan Suyuthi,seorang ulama yang juga berkepribadian sederhana juga menantu KH.Dimyathi pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatut Tholabah yang terletak didesa Kepundungan kecamatan Srono kabupaten Banyuwangi. KH.Wildan Suyuthi mendirikan Pondok Pesantren di sukorejo,pada awalnya beliau tidak memberikan nama sebagaimana layaknya Pondok Pesantren yang lain. Baru setelah beliau mendapatkan saran dan usulan dari rekan seperjuangannya pada tahun 1987 M ditetapkan nama Salafiyah-Syafi’iyah. Nama ini diambil dari sebuah nama pesantren di Tebuireng Jombang,kaerena beliau alumni Tebuireng. Dengan lahir nya nama Salafiyah-Syafi’iyah beliau berharap agar para santrinya kelak di masyarakat mampu dan mau memanfatkan ilmunya sesuai dengan ulama’ terdahulu dan mengikuti madzhab Imam Syafi’i.
                Adapun yang melatar belakangi berdirinya Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah adalah adanya semangat jihat yang mengkristal di dalam jiwa sang pendiri itu sendiri. Sebagai seorang ulama’ yang telah di gembleng jiwanya bertahun-tahun di berbagai Pesantren. KH.Wildan Suyuthi tetap tegar dalam menghadapi dan menangani segala hambatan dan tantangan yang datang. Dengan bekal awal 1 santri yang mempunyai i’tikad menghafal Al Qur’an ,Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah yang di dirikan oleh KH.Wildan Suyuthi ini terus berkembang pesat.

KH.Wildan suyuthi wafat pada tahun 2002. Sepeninggal beliau ibu Ny.HJ.Hafidhatul khoiriyah (istri KH.Wildan suyuthi ) yang melanjutkat kepemimpinan Pesantren seorang diri,karena para putra beliau masih dalam masa pendidikan/menuntut ilmu. Namun keadan tersebut mulai berubah ketika putra ke 2 beliau melanjutkan pendidikan dirumah,dan ikut aktif dalam menjalankan kepemimpinan di pesantren bersama ibuk.
Saat keadaan Pesantren memprihatinkan,karena jumlah santri yang merosot drastis,putra sulung ,Agus H.Zainal Arifin kundur dari pengembaraanya,menghafalkan ayat-ayat suci al qur’an. Beliau menegaskan Pesantren Tahfidz anak. Beliau terinspirasi dari pondok beliau terdahulu yaitu PP.Yanbu’ul Qur’an Qudus. Gagasan itu disambut baik oleh masyarakat ,terbukti dengan kepercayaan mereka untuk menitipkan anak-anak mereka di Pesantren. Tak hanya anak-anak ,pesantren yang secara geografis terletak ± 100 m dari pasar rakyat Sukorejo tersebut juga kembali mendapat kepercayaan/respon masyarakat dari luar daerah  untuk menititipkan putra /putri mereka disana.
Saat era Globalisasi mulai menggaung keras dengan tuntutan Modernisasi. Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah yang sebagian santrinya sekolah diluar lingkup Pesantren terkena arus Globalisasi. Karena kenakalan-kenakalan remaja yang seharusnya tidak menempel pada jiwa seorang santri, pengasuh pun gelisah,pengurus resah dan wali santri susah. Namun Allah maha pemurah,didalam benak pengasuh muncul ide untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan formal yang berada dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Salafiyah-Syafi’iyah.
Gagasan itu terwujud dengan berdirinya SMP AL QUR’AN, secara otomatis jumlah santri bertambah karena setiap santri yang sekolah di SMP AL QUR’AN wajib bagi mereka untuk mukim di Pesantren. Masyarakat pun menyambutnya dengan baik, terbukti dari banyaknya pendaftar di awal tahun ajaran SMP tersebut. SMP tersebut di pimpin oleh Agus M.Badruddin ( putra ke2 ). Namun sisitem pendidikan salaf tidak di hilangakn untuk menjaga Himmah pendiri di awal pendirianya.